14 February 2011

Nanggroe Aceh Darussalam

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Penyelenggaraan otonomi daerah yang seluas-seluasnya dengan adanya UU No. 22 Tahun 1999, tampaknya membangkitkan semangat disentralisasi dan mengikis sikap sentralistik yang berlaku sebelumnya. Desentralisasai daerah membangkitkan semangat otonomi daerah dan cenderung melahirkan pemekaran daerah pula. Khusus Daerah Istimewa Aceh yang selalu bergejolak dan diwarnai oleh semangat sparatis (ingin memisahkan diri), pemerintah pusat mengambil langkah konstitusioanal untuk menjadikan Aceh tidak bergejolak dan tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, itulah sebabnya, lahir undang-undang tentang otonomi khusus daerah istimewa Aceh, sehingga nama Daerah Istimewa Aceh diubah menjadi Nanggroe Aceh Darussalam.

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menolak otonomi khusus tersebut, setelah dilakukan pendekatan dengan diplomasi tidak berhasil maka diambil langkah militer dengan menjadikan Nanggroe Aceh Darussalam dalam keadaan darurat militer. Gerakan sparatis berhasil ditumpas sehingga status Nanggroe Aceh Darussalam diturunkan menjadi daerah darurat sipil. Dengan harapan kehidupan aman dan tentram selekasnya tercipta.



Peta Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam
Berdiri pada tanggal 7 Desember 1959 dengan dasar hukum UU No. 24 Tahun 1956. Nanggroe Aceh Darussalam terletak di pulau Sumatra dengan luas 57.365,57 km2. Nanggroe Aceh Darussalam terbentang pada posisi 2o-6o LU dan 95o-98o BT. Ibu kota Nanggroe Aceh Darussalam adalah Banda Aceh.
Lambang Nanggroe Aceh Darusalam
Nanggroe Aceh Darussalam mempunyai lambang yang disebut Pancacita. Pancacita ialah lima cita, yaitu keadilan, kepahlawanan, kemakmuran, kerukunan dan kesejahteraan. Lambang NAD berbentuk persegi lima yang bentuknya mirip kopiah (peci). Di dalam perisai itu terdapat dacin (alat timbangan), rencong, padi, kapas, lada, cerobong pabrik, kubah mesjid (diantara padi-kapas), kitab dan kalam. Keadilan dilambangkan dengan dacin. Kepahlawanan dilambangkan dengan rencong. Kemakmuran dilambangkan dengan padi, kapas, lada dan cerobong pabrik. Kerukunan dilambangkan dengan kubah mesjid. Sedangkan kesejahteraan dilambangkan dengan kitab dan kalam.

source: RPUL

4 comments:

  1. Blog yang bagus dan bermanfaat ,, dan kota aceh kota yg istimewa :)

    ReplyDelete
  2. Terimakasih ya yuk, saya numpang ngopi gambarnya untuk posting di blog saya, kapan - kapan kunjung blog saya ya yuk http://safanah0311.wordpress.com/

    ReplyDelete